ren Busana Muslim (1)
Menjelang Ramadhan, para perancang busana muslim bersiap-siap menggelar sejumlah karya mereka. Acara ini juga diikuti oleh perancang yang tidak terbiasa mendesain busana muslim. Pilihan pun kian beragam, dari yang sederhana hingga yang glamor.
Glamorous Islamic
Sudah dua kalinya Jakarta menjadi tuan rumah gelaran acara bergengsi IFF (Islamic Fashion Festival) dari tiga ibu kota, yaitu Kuala Lumpur, Jakarta dan Dubai.
Sejak awal Islamic Fashion Festival ditujukan untuk menghadirkan pilihan busana bernuansa Islami yang penuh gaya dan mudah dikenakan kepada masyarakat pada umumnya, disesuaikan dengan kaidah kesederhanaan dalam paduan berbusana kaum muslim. Dan salah satu tujuannya adalah untuk menetapkan Kuala Lumpur, Jakarta dan Dubai sebagai pusat mode Islami seperti halnya London – Paris dan New York sebagai pusat mode dunia.
Acara yang menghadirkan perancang-perancang handal dan berbakat dari dua Negara, yaitu Indonesia dan Malaysia, antara lain Itang Yunasz, Sebastian Gunawan, Biyan, Musa Widiatmodjo, Ade Sagi, dan Barli Asmara, serta Dato’ Tom Abang Saufi, Datin Syarifah Kirana, dan Albert King.
Bertempat di Dharmawangsa Hotel, IFF hadir selama 2 hari, Selasa dan Rabu (22/23). Variasi gaya dan kreativitas berpadu selama IFF berlangsung, menampilkan peragaan busana penuh ide. Biyan memiliki tema “The Sacred Opulance” hadir dengan tunik berwarna biru dan abu-abu dipadu dengan detil payet kristal yang membuat keseluruhan terlihat anggun.
Celana serut dan balon bergaya Aladin banyak terlihat pada koleksi Biyan. Sedangkan Dato’ Tom Abang Saufi, mengetengahkan tema “Amber”, yang banyak memainkan detil ruffle, payet dan sulaman, pada busana gamisnya.
Itang Yunaz membawa perbedaan dalam gelaran busana kali ini, dengan tema “Spiritual Journey” ia menampilkan mukena yang sangat indah didominasi warna putih yang begitu elegan berbahan sutra dan sifon, berdetil bunga-bunga yang akan membuat ibadah lebih khusuk dan damai.
Beda dengan perancang asal Malaysia, Albert King, yang tampil sangat glamor dengan tema “Al Mutheerah”. Busana yang ditampilkan berbahan sifon, organza, dengan didominasi warna -warna hitam, merah dan emas. Payet bunga-bunga, bulu-bulu, flower prints dan rajutan, juga menjadi andalan perancang satu ini.
Di akhir acara, Sebastian Gunawan hadir dengan “Peace Of Paisley ” yang banyak menghadirkan busana dengan model modifikasi poncho dan empire gown dengan detil payet dan Kristal. Warna yang ditampilkan juga beragam dari perak, abu- abu, hitam dan gold.
Acara ini juga dihadari oleh Raja Perak Raja Nor Mahani Binti Raja Shahar Shah Dari Malaysia dan dimeriahkan oleh penampilan Reza Artamevia.
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
Ket. karya perancang (searah jarum jam):
1. Biyan
2. Itang Yunasz
3. Albert King
4. Datin Syarifah Kirana
Tren Busana Muslim 2008
30-04-2008 09:15
Busana muslim tidak lagi hanya berfungsi sebagai penutup aurat namun juga sebagai perhiasan untuk memperindah penampilan di hadapan Allah SWT dan sesama manusia. Busana muslim memiliki kekuatan karismatik tersendiri ketika sentuhan-sentuhan mode tersebut selalu mengalir dalam etika dan estetika.
Tidak heran, perkembangan arah gaya busana muslim pun bergerak cepat searah perkembangan tren busana paling mutakhir. Disamping itu untuk busana muslim itu sendiri saat ini sudah sangat fashionable dan trendi sehingga persepsi bahwa pakaian muslim hanya dipakai oleh ibu-ibu atau wanita paruhbaya dengan sendirinya langsung hilang.
Rancangan-rancangan busana muslimah, termasuk jilbab saat ini sudah sangat beragam detail dan motifnya, serta bahan. Nuansanya diselaraskan dengan gaya dan selera berpakaian orang Indonesia secara umum. Untuk tren busana muslim tahun ini banyak menampilkan warna-warna seperti ungu, hijau, merah marun, dan warna-warna cerah dengan hiasan sederhana dari bordir dan payet.
Untuk pakaian, busana tidak terlalu longgar, tetapi juga tidak ketat, bergaya simpel. Namun, tidak jarang para perancang Indonesia yang menampilkan ide-ide kreatif mereka dalam menciptakan busana muslim dengan tema yang beragam. Hal tersebut yang menjadikan Indonesia potensial menjadi Parisnya busana muslim.
Untuk bahan, saat ini mengarah pada bahan-bahan “ringan” namun terasa sejuk di badan, seperti sutera, chiffon, organdi, dan katun. Bahan-bahan seperti itu akan lebih mudah dipadu-padankan dengan bawahan yang bermacam-macam, misalnya dengan celana jeans. Selain itu busana muslim juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan pemakainya, baik untuk acara sehari-hari yang bergaya casual atau formal maupun acara khusus seperti pesta dan pernikahan.




